Hampir 500 Kasus Kebakaran Terjadi di Bandar Lampung Sepanjang Tahun 2023, Kerugian Mencapai Rp8,2 Miliar
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Sepanjang tahun 2023, 466 kasus kebakaran terjadi di Bandar Lampung yang tersebar di seluruh kecamatan. Mulai dari kebakaran lahan, rumah, kendaraan, dan bangunan lainnya.
Kebakaran paling banyak terjadi di bulan Oktober yaitu 137 kasus, September 84 kasus, dan November 61 kasus. Kemudian Desember 51 kasus, Agustus 46 kasus.
Selanjutnya Juli dan Januari masing-masing 15 kasus, Maret dan April 13 kasus, Mei 12 kasus, Juni 10 kasus dan Februari 9 kasus.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan mengatakan dari seluruh kasus kebakaran itu ada 11 orang korban. Yaitu 4 orang meninggal dunia dan 7 orang luka-luka.
“Kasus kebakaran tersebar di 20 kecamatan, kita catat ada 466 kali kejadian di tahun 2023," kata Anthoni, Kamis (3/1/2024).
Penyebab kebakaran, kata Anthoni didominasi faktor kelalaian manusia. Seperti membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan hingga menyulut api. Ada juga karena warga membuka lahan pertanian dengan cara membakar.
“Kebanyakan karena faktor kelalaian manusia, tapi ada juga kasus yang terjadi akibat korsleting listrik," jelasnya.
Untuk wilayah, kebakaran paling banyak terjadi di Kecamatan Kemiling dan Sukabumi. Sementara frekuensi yang paling sedikit di Kecamatan Enggal dan Tanjungkarang Pusat.
Untuk nilai kerugian yang ditimbulkan dari ratusan kkasus kebakaran ini mencapai Rp8,24 miliar. Secara periode, kerugian terbesar di bulan Agustus (2,75 miliar) dan Oktober (Rp1,06 miliar).
“Nilai kerugian Rp8,2 miliar ini paling banyak dari kebakaran rumah atau bangunan karena nilai kebakaran lahan tidak terlalu besar," ungkapnya.
kebakaran
Damkar Bandar Lampung
Anthoni Irawan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
