Peringati Satu Suro, Tiga Pusaka Ponorogo Diarak ke Makam Batoro Katong
Budi Prasetyo
Ponorogo
Bupati Ipong mengatakan, prosesi bedol pusaka ini digelar sebagai salah satu rangkaian peringatan tahun baru islam.
"Bedol Pusaka ini sudah menjadi tradisi yang digelar setiap `suroan` atau peringatan tahun baru Islam, 1 Muharram," ujarnya.
Menurut Ipong, ketiga pusaka tersebut dipergunakan oleh pendahulunya untuk mempertahankan wilayah Ponorogo dari serangan penjajah.
Tiga pusaka ini dibedol ke Pasar Pon, yang dikenal sebagai kawasan kota lama Ponorogo. "Menurut sejarahnya, pemerintahan Ponorogo sebelum dipindahkan ke Pringgitaan yang sekarang saya tempati ini, dulu berpusat di Pasar Pon," katanya.
Menurut Ipong, dari catatan sejarah, yang menyebut Ibu Kota Kabupaten Ponorogo pada 1496 berpusat di Pasar Pon, sebelum kemudian dipindahkan ke Pringgitan pada 1738.
"Jejak keratonnya sekarang memang sudah tidak terlihat lagi di Pasar Pon. Tapi ada artefak bangunan masjid tua dan sebuah makam, yang menguatkan bahwa Pasar Pon adalah kota lama yang dulu pernah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Ponorogo," pungkasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
