Mau Masuk Masa Kampanye, KPU Diminta Perbanyak Ruang Kampanye Dialogis
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, berharap perhelatan Pemilu Serentak 2019 diwarnai kampanye dialogis. Ini merupakan kampanye cerdas yang memang dibutuhkan publik.
"Selain mengedukasi agar pemilih bisa berpikir cerdas dan rasional, tapi kampanye dialogis juga jadi ruang yang tepat menyebar ide dan gagasan," kata Tjahjo di Jakarta, kemarin.
Karena itu, ia mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara memperbanyak ruang kampanye dialogis. Karena, di sanalah para calon dan tim sukses ditantang menawarkan konsepnya.
"Smart campaign dalam bentuk kampanye dialogis adalah bentuk kampanye di mana parpol dan timses mendekatkan calon pemimpin dengan rakyatnya," kata Tjahjo.
Lewat kampanye dialogis pula, komunikasi dengan rakyat akan tercipta dua arah. Calon pemimpin bisa menyerap apa yang jadi aspirasi rakyatnya. Dan, rakyat bisa mendapat ruang untuk bicara.
"Kampanye dialogis akan mendorong pendewasaan poltik publik," ungkap dia.
"Setidaknya calon pemimpin akan mengetahui lebih jauh tentang apa yanh menjadi kebutuhan dan aspirasi rakyatnya. Begitu juga rakyat, bisa kenal dengan calon pemimpinnya," tambahnya.
Menurut Tjahjo, bentuk kampanye ini lebih baik daripada pengerahan massa. Di mana, cara-cara tersebut justru dianggap dapat memicu gesekkan antarwarga.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
