Masih Polemik, Pagi Ini Pasar Turi Jadi Sorotan Warganet

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

10 September 2018 13:22 WIB
Daerah | Rilis ID
Pasar Turi. FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo
Rilis ID
Pasar Turi. FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo

RILISID, Surabaya — Polemik Pasar Turi Surabaya, Jawa Timur yang tak kunjung selesai mendapat sorotan warganet. Hastag #SavePasarTuri hari ini Minggu (9/9) jadi trending topic di media sosial twitter.

Hastag #SavePasarTuri mengalahkan hastag #Tocrh RelayAsianParaGames2018 dan #HariOlahragaNasional. 

Dilihat dari kicauannya, warganet menyoroti polemik sepinya pengunjung Pasar Turi sejak dibuka tiga tahun lalu. Pengelola telah melakukan serah terima kunci toko, namun pengunjung tak pernah datang.

Warganet menyebut penyebab sepinya Pasar Turi karena polemik berkepanjangan antara pengembang dan Pemkot Surabaya. Padahal kior-kios sudah terisi. Seperti disampaikan akun @radityadhikan.

Bahkan akun @RimaSeptianis menyebut, sepinya Pasar Turi karena tidak adanya keinginan Pemkot untuk kembali menghidupkan Pasar Turi ini.

"Tanda belum ada kemauan Pemkot memasksimalkan Pasar Turi Baru." tulis @RimaSeptianis.

Ramainya perbincangan Pasar Turi mendapat tanggapan dari akun @masfiadiana. Diakuinya, isu itu telah mengingatkannya pada masa setahun lalu dimana ia sedang menyelesaikan tugas akhir di kampus.  Skripsinya mengambil objek penelitian Pasar Turi. Ia menyorot tentang kondisi Pasar Turi yang konon melegenda tetapi kemudian mati suri.

Diketahui, dari akun @Hilal_ramadlan; para pedagang Pasar Turi Surabaya berharap agar semua pihak terkait segera menuntaskan persoalan khususnya solusi atas revitalisasi pasar. Pasalnya, sudah bertahun-tahun  pedangang dirugikan dan menjadi korban dari konflik dan proses yang berlarut-larut.

“Sampai sekarang pedagang belum mendapatkan sertifikat. Izin operasional dari Pemkot Surabaya belum keluar,” kata Hilal dalam tweetnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya