MPR: Gerakan 'Aku Cinta Rupiah' Harus Kembali Digalakkan Sekarang Ini

Default Avatar

Anonymous

Kupang

9 September 2018 22:30 WIB
Nasional | Rilis ID
Ilustrasi penukaran dolar dengan rupiah. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Ilustrasi penukaran dolar dengan rupiah. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Kupang — Ketua Fraksi Gerindra MPR RI, Fary Djemi Francis, mengajak masyarakat Indonesia untuk menggaungkan kembali gerakan "Aku Cinta Rupiah" sebagai cara untuk menurunkan harga dolar atas rupiah. 

"Saat ini mata uang rupiah tengah melemah dalam hitungan dolar Amerika. Dalam beberapa hari yang lalu sempat tembus mencapai Rp15 ribu per dolar, nilai tukar tertinggi pascareformasi," kata dia di Kupang pada Minggu (9/9/2018).

Dampak kenaikan harga dolar atas rupiah itu dapat mengakibatkan harga-harga kebutuhan terancam naik, roda ekonomi terancam lesu, dan krisis ekonomi menghantui di depan mata. 

Menurut dia, pemerintah harus segera mengeluarkan kebijakan dan terobosan untuk menyikapi persoalan ini. Karena persoalan ekonomi ini sangat fundamental bagi hajat hidup rakyat dan kondusivitas masyarakat.

"Di awal era reformasi lalu, Indonesia pernah mengalami hal serupa. Gejolak ekonomi melanda. Pengangguran dan kemiskinan merajalela. Imbasnya terjadi kekacauan dan Indonesia harus alami pergantian tahta," ungkap dia.

Waktu itu, tambah dia, rakyat segera bersikap dengan menukarkan simpanan dolar sambil menggalakkan gerakan "Aku Cinta Rupiah". Nilai tukar rupiah yang tadinya Rp14 ribu, kembali ditekan ke angka Rp6.500.

Menurutnya peristiwa 20 tahun yang lalu perlu diulang saat ini. Pemerintah tidak bisa sendirian dalam menyelesaikan persoalan. Perlu peran serta masyarakat.

Salah satunya yakni menukar simpanan mata uang dolar Amerika serta gaungkan kembali gerakan "Aku Cinta Rupiah". Dengan begitu, nilai tukar rupiah diharapkan dapat kembali menguat.

"Dalam kondisi seperti ini, kita semua jangan hanya saling menyalahkan tetapi harus sama-sama mencari solusi. Sebab, yang merasakan dampaknya bukan hanya pendukung salah satu kubu, tetapi dirasakan semua masyarakat," ujarnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya