Kunjungi Makam Pendiri NU, Prabowo Ingin Rebut Suara Nahdliyin

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

8 September 2018 01:06 WIB
Nasional | Rilis ID
Rilis ID

RILISID, Surabaya — Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Mochtar W Oetomo, menilai, kunjungan calon presiden Prabowo Subianto ke makam pendiri NU karena ingin menegaskan kedekatannya dengan Nahdliyin. Menurutnya, mantan Danjen Kopassus itu menunjukan dirinya merupakan bagian dari NU.

"Prabowo dengan kunjunganya ke para punjer dan pendiri NU adalah bentuk transfer device bahwa dia adalah bagian dari NU," katanya, Jumat (7/9/2018).

Selain itu, kunjungan Prabowo ke makam tersebut ingin meraih suara tradisional warga Nahdliyin.  Tahap selanjutnya adalah merebut simpati dan meraih dukungan dari pemilih Nadhliyin. 

"Dekat dengan NU, dan takdim dengan para sesepuh dan pendirinya. Ini adalah fase pengenalan (popularitas) serta fase menjadi bagian (penerimaan atau akseptabilitas) dan belum sampai fase elektabilitas," katanya. 

Dijelaskannya, kunjungan Jokowi ke Adibuana dengan bertemu para guru adalah ingin menciptakan dekat dengan  para pengajar. 

"Demikian juga jokowi dgn kegiatan bagi sertifikatnya serta hadirnya di lingkungan PGRI. Ini adalah upaya menjadi bagian dari guru dan rakyat dengan masalah sertifikatnya (penerimaan dan akseptabilitas) belum elektabilitas," katanya. 

"Jadi secara khusus belum berdampak pada peningkatan elektabilitas keduanya. Tapi  lebih berdampak pada akseptabilitas keduanya di masing-masing segmen yang menjadi sasaran," pungkasnya. 
 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya