Harga Singkong di Mesuji Turun Lagi, Petani Tunda Panen
Aripin
Mesuji
RILISID, Mesuji — Sempat menembus Rp950 per kilogram (Kg), harga singkong di Mesuji kembali anjlok di kisaran Rp865 per kg.
Akibatnya, petani menunda panen mendekati hari raya Idul Fitri dengan harapan harga naik lagi.
Karyanto, petani singkong di Register 45 menjelaskan singkong kini berumur enam bulan.
Ubi kayu ini ia tanam di lahan seluas 1 hektare (ha) dengan biaya produksi yang cukup mahal.
Per ha, biaya tanam singkong mencapai Rp4 juta. Sedangkan, biaya pupuk empat kuintal Rp800 ribu.
Untuk biaya semprot Rp200 ribu, biaya bajak Rp700 ribu, dan bibit Rp700 ribu.
Belum lagi ditambah ongkos kuli Rp90 ribu per ton dan ongkos mobil Rp70 ribu per ton.
Jika dipanen pada saat harga Rp865 per kg, Karyanto memperkirakan ia hanya mendapat untung berkisar Rp6 juta.
"Karena itu, saya panen nanti pas harga naik di umur 7 atau 8 bulan. Bisa untung antara Rp8-9 juta,” ujarnya, Kamis (25/3/2021).
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Mesuji lebih memperhatikan nasib petani singkong.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
