Gawat, Penderita Hepatitis A di Singkawang Bertambah
Anonymous
Singkawang
RILISID, Singkawang — Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Djoko Suratmiarjo mengatakan, jumlah penderita yang dicurigai Hepatitis A terus bertambah.
"Sampai Rabu (5/9/2018) kemarin, tercatat sebanyak 189 kasus yang dicurigai mengalami Hepatitis A," kata Djoko, di Singkawang, Kamis (6/9/2018).
Mengenai perkembangan yang terus menerus terjadi setiap harinya, pihaknya sedang menyiapkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Singkawang tentang kejadian luar biasa (KLB).
"Jadi sekarang kita sedang menyusun draf penetapan situasi kejadian luar biasa (KLB) Hepatitis A," ujarnya.
SK tersebut, secepatnya akan disampaikan ke Wali Kota Singkawang mengingat tren kasus Hepatitis A terus meningkat.
"Jika penetapan KLB ini disetujui, maka kita akan lebih leluasa menanganinya," ungkapnya.
Dengan sudah disetujuinya status KLB ini, maka Pemkot Singkawang bisa mendanai kegiatan ini, mengingat kegiatan ini tidak termasuk dalam rencana kerja anggaran (RKA) Dinas Kesehatan Singkawang.
"Karena kasus ini juga di luar dugaan," katanya.
Kemudian, bagi penderita yang dinyatakan positip Hepatitis A, dalam situasi KLB yang dirawat di Puskesmas dan RSUD Pemerintah Daerah (Abdul Aziz) khusus kelas III, biaya perawatannya bisa ditanggung oleh Pemerintah Kota Singkawang.
"Sebelum adanya penetapan status KLB inikan, yang punya BPJS ditanggung BPJS, tapi setelah keluar KLB maka akan ditanggung Pemda, khusus yang dirawat di kelas III RSUD Abdul Aziz Singkawang," jelasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
