Elpiji 3 Kg Langka, Dinas TPH Ragukan Tudingan Dinas ESDM
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung menuding, kelangkaan elpiji 3 kg di sejumlah wilayah akibat kesalahan penggunaannya oleh petani.
Seharusnya, tidak boleh digunakan sebagai alat bahan bakar pompa penyedot air untuk mengairi sawah.
"Alasan petani karena musim kemarau," kata Kepala Bidang Energi ESDM Provinsi Lampung, Jefri Aldi, Senin (10/9/2018).
Makanya lanjut dia, pihaknya mengimbau Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) memberikan arahan bagi para petani agar tidak menggunakan elpiji 3 kg.
Sebab lanjut dia, elpiji 3 kg digunakan khusus rumah tangga, bukan untuk pertanian.
Jefri mengatakan stok elpiji 3 kg di Lampung cukup yakni 172 ribu unit.
“Jadi tidak terjadi kelangkaan elpiji 3 kg, hanya saja serapannya yang salah dipergunakan. Sehingga ketersediaan elpiji 3 kg di pasaran sedikit karena adanya hal tersebut,” tambahnya.
Terpisah, Kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Balai Proteksi Dinas TPH Lampung, Bagiyo Warsito meragukan tudingan itu.
Namun, ia memastikan segera mengecek lokasi mana saja petani menggunakan elpiji untuk bahan bakar pompa penyedot air.
"Jadi, jangan sampai yang dipakai petani tidak ada, lantas dijadikan alasan oleh Dinas ESDM hingga terjadi kelangkaan elpiji 3 kg," kata dia.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
