Disayangkan Karena Pakai 'Stuntman', Jokowi: Masa Presiden Harus Loncat

Default Avatar

Anonymous

Surabaya

6 September 2018 15:35 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.

RILISID, Surabaya — Presiden Joko Widodo menyatakan aksinya memakai pemeran pengganti atau "stuntman" untuk memerankan aksi sepeda motor pada pembukaan Asian Games 2018 beberapa waktu yang lalu hanya untuk menghibur dan memberikan tontonan.

"Kita ini menghibur, memberikan tontonan. Dibilang masak pakai 'stuntman', masak pakai peran pengganti. Loh, masak presiden disuruh loncat seperti itu. Itu namanya gila, bro," kata Presiden Jokowi di Surabaya pada Kamis (6/5/2018).

Terkait pertunjukan itu, dirinya memang ditawarkan oleh pihak panitia penyelenggara tiga pilihan yaitu biasa, ekstrim dan super ekstrim. Jokowi pun memilih yang ekstrim, tapi memang tetap diperagakkan oleh seorang 'stuntman'.

"Ini pertunjukan bukan untuk apa-apa. Tapi politisi memang banyak yang usil. Ada yang nyanyi, saya goyang dikit, ramai," ujarnya.

Terkait perolehan hasil dari Asian Games sendiri, ia meyaknini bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) dan kapasitas luar biasa yang jika digarap dengan serius akan menjadi kekuatan yang besar.

Dia mengatakan, sering ke luar negeri dan membandingkan SDM di sana dengan di Indonesia. Menurutnya, SDM Indonesia tidak kalah dengan negara asing.

Saat Asian Games 2018, Jokowi mendapat laporan jika target yang dicanangkan adalah 16 emas. Lalu targetnya berubah menjadi 20 emas tiga bulan sebelum Asian Games 2018.

"Di Asian Games kemarin dilaporkan targetnya 16 emas dari sebelumnya hanya mendapat empat emas. Tiga bulan sebelumnya target diubah menjadi 20. Tapi bangsa ini kalau sudah muncul nasionalisme, ya, jadinya 31 emas," katanya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya