Bedah Rumah Digulirkan Lagi, Proposal dari Warga Sudah Setengah Meter
Juan Situmeang
Mesuji
Hal lain, Murni mengatakan jika kriteria miskin penerima Baperlahu harus jelas. Ke depan jika program ini berjalan lagi, penilaian orang yang menjadi penerima harus melihat fakta lapangan.
“Kita verifikasi seobyektif mungkin, harus pakai fakta. Jangan perasaan. Kalau perasaan ya bisa hanya saudara perangkat desa atau titipan oknum anggota dewan,” sindirnya.
Mad Nur politisi asal PAN itu berjanji mengawal program tersebut jika memang diajukan pada anggaran perubahan di tahun 2021 ini.
”Ya, saya kawal nanti di dewan ketika pembahasan, karena ini program yang langsung menyentuh masyarakat. Tahun ini, saya ajukan 200 unit,” ujarnya.
Diketahui, kegiatan yang diprogramkan pada 2020 itu sempat terhenti karena pandemi. Namun karena dana sudah digulirkan pada akhir Desember 2020, kini tinggal pembangunan fisik. Ditargetkan, selesai pada Juni 2021.
Baperlahu kali ini dikucurkan untuk membangun 147 rumah yang tersebar di 31 desa dalam empat kecamatan dengan total dana Rp4,7 miliar.
”Yang terbanyak di Desa Tri Karya Mulya yakni 20 rumah senilai Rp640 juta,” kata bupati saat peluncuran program tersebut.
Jika dari tahun 2013-2020, kata bupati maka program Baperlahu dari semua kriteria baik yang dibiayai pusat hingga kabupaten berjumlah 6.369 unit rumah. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
