Rektor Teknokrat Beberkan Implikasi Sosial-ekonomi Covid-19 di Webinar Internasional
Segan Simanjuntak
Bandarlampung
"Kita masih belum tahu apa yg terjadi jika ini diperpanjang sampai bulan-bulan ke depan. COVID-19 mengingatkan kita pada krisis 1998 di Indonesia," tukasnya.
"Kita pernah menghadapi krisis yang telah menghancurkan kondisi ekonomi sampai tingkat atas yang merambah ke industri, manufaktur, dan perbankan. Harga-harga sepuluh kali lipat melonjak. Bisnis besar juga tidak mampu membayar," sambung Nasrullah.
Tak hanya itu, Covid-19 juga membawa dampak sampai masyarakat kelas paling bawah. Ada kelompok masyarakat yang hanya dapat menghasilkan uang untuk kebutuhan makan hari ini atau besok.
"Atau ada juga mereka yang memiliki tabungan hanya untuk satu bulan ke depan. Dampak COVID-19 awalnya dari pelaku bisnis mikro, lalu berpengaruh ke pelaku bisnis menengah," terangnya.
Hal yang ditakutkan adalah COVID-19 akan berdampak pula pada bisnis besar karena bisnis menengah tidak menjual produk ke bisnis yang lebih besar.
"Kita tidak tahu apakah COVID-19 akan mereda pada tiga, enam atau tahun-tahun mendatang. Jika terus berlanjut, hal ini tidak hanya merusak ekonomi Indonesia, tapi juga ekonomi regional, mungkin ke Malaysia atau Asean," tambahnya.
Nasrullah juga menambahkan Universitas Teknokrat Indonesia telah berusaha membantu masyarakat sekitar dengan memberikan zakat kepada masyarakat kurang mampu.
"Tentunya sesuai dengan kemampuan kampus Universitas Teknokrat Indonesia," pungkasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
