Mahathir: Kurikulum Merdeka Belajar Solusi Persempit Kesenjangan Kualitas Pendidikan

Segan Simanjuntak

Segan Simanjuntak

Bandarlampung

27 Oktober 2020 11:05 WIB
Humaniora | Rilis ID
WR I UTI Mahathir Muhammad saat memberikan sambutan pada webinar series Bincang Budaya melalui aplikasi Zoom, Selasa (27/10/2020). FOTO: IST
Rilis ID
WR I UTI Mahathir Muhammad saat memberikan sambutan pada webinar series Bincang Budaya melalui aplikasi Zoom, Selasa (27/10/2020). FOTO: IST

RILISID, Bandarlampung — Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Dr. Mahathir Muhammad menyebut kesenjangan kualitas pendidikan masih terjadi di negeri ini.

“Berdasarkan data Mendikbud (2020), terdapat kesenjangan kualitas pendidikan dari sekitar 4.670 perguruan tinggi dan 8 juta mahasiswa di Indonesia,” kata Mahathir saat memberi sambutan webinar series “Bincang Budaya (Cultural Talks)” melalui aplikasi Zoom, Selasa (27/10/2020).

Karenanya, pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mencanangkan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang memberikan hak mahasiswa untuk belajar tiga semester di luar program studi.

Program tersebut lahir akibat tidak meratanya akses, baik akses terhadap fasilitas dan juga pembelajaran berkualitas yang mencakup tenaga pengajar dan proses hingga membuat kualitas pendidikan tidak merata.

“Oleh karena itu, kurikulum Merdeka Belajar ini menjadi satu solusi yang memiliki peluang untuk mempersempit perbedaan kualitas (quality gap) tersebut,” jelasnya.

“Kami telah berkomitmen untuk menyukseskan program ini dengan menyambut mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk bergabung melaksanakan perkuliahan di kampus kami, dengan para pengajar yang mumpuni di bidangnya masing-masing,” lanjut Mahathir.

Ia pun menyambut baik webinar series bincang budaya sebagai bagian dari program pertukaran mahasiswa nusantara sistem alih kredit ditunjang dengan teknologi informasi (Permata Sakti).

“Ini salah satu implementasi program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang harus kita sukseskan bersama,” ucapnya.

Mahathir menyatakan kegiatan ini bertujuan mengenalkan ragam budaya antar-pemuda se-Nusantara yang diharapkan  meningkatkan persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman budaya Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya