Ini Kesan UKM DCFC Selaku Panitia Penyelenggara FFMI 2020
lampung@rilis.id
BANDARLAMPUNG
RILISID, BANDARLAMPUNG — Kesuksesan penyelenggaraan Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI) 2020 tak terlepas dari kerja keras panitia dalam mempersiapkan penghargaan sineas muda Indonesia di tengah pandemi Covid-19.
Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya yang kembali ditunjuk menjadi penyelenggara setelah tahun lalu, kini harus mengubah konsep semua kegiatan FFMI Award 2020 secara daring. Hal ini dilakukan karena virus Corona yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia.
Tantangan dan pengalaman mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Darmajaya Computer & Film Club (DCFC) bermodal perhelatan Festival Film Lampung yang menjadi rujukan, akhirnya sukses menyelenggarakan event berskala nasional, FFMI Award 2020. Bagaimana cerita suka duka mereka dalam mengelola event FFMI 2020 tersebut.
Doni Andrianto Basuki, S.Kom., M.T.I., mentor dan Ketua Pelaksana FFMI 2020 selalu memberikan arahan kepada mahasiswa yang terlibat sebagai panitia penyelenggara. Tak kenal lelah, dia mampu mengkoordinir setiap proses walau harus berjibaku dengan waktu yang singkat, siang dan malam.
”Masa pandemi ini semua dilakukan serba daring. Hal itu dilakukan untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Walau sempat mengalami kekhawatiran peserta yang mendaftar sedikit, mengingat waktu penyelenggaraan yang tidak panjang,” ungkapnya.
Dia menuturkan, dengan waktu hanya sebulan dimulai dari sosialisasi hingga FFMI Award 2020 digelar menjadi tantangan tersendiri.
”Biasanya bisa langsung silaturahmi dengan peserta yang lolos kurasi tahap satu, tetapi ini hanya melalui grup Whats Apps saja. Ketika H-2 pendaftaran juga sangat menegangkan karena peserta masih berada pada kisaran puluhan,” ucapnya.
Doni –sapaan akrabnya–menuturkan, meskipun di tengah pandemi, keseruan dan silaturahmi itu sangat terasa dalam puncak FFMI Award 2020. “Bisa mengenal juri lebih dekat saat mereka di sini. Kami juga bisa berkomunikasi langsung dengan kawan-kawan dari Puspresnas serta peserta yang melihat melalui platform zoom dan Youtube,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu panitia, Lourenza Patricia Mandiri Putri, mengaku selama menjadi panitia FFMI 2020 belum pernah mengalami di tim penjurian.
”Tahun ini harus di tim penjurian, berarti mulai memahami sistem penjurian dari awal itu bagaimana. Walaupun awalnya bingung, tapi lama kelamaan paham juga dan senang menjalaninya,” kata dia, bersemangat.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
