Ilham Mendrofa: Saatnya Modernisasi Pertanian di Lampung

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

27 Oktober 2018 14:25 WIB
Humaniora | Rilis ID
Ketua PISPI Lampung Ilham Mendrofa. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman
Rilis ID
Ketua PISPI Lampung Ilham Mendrofa. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILISID, Bandarlampung — Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Provinsi Lampung, akan menelurkan 4 program untuk tingkatkan kesejahteraan petani di bumi ruwa jurai ini.

"PISPI nanti akan menelurkan 4  program. Itu yang akan kita sampaikan kepada para petani," ungkap Ketua PISPI Lampung Ilham Mendrofa, usai pelantikan di Balai Keratun Pemprov Lampung, Sabtu (27/10/2018).

Keempatnya adalah; pertama Progam benih bermutu, kedua ketersediaan pupuk tepat waktu.

"Karena disini sebenarnya soal sistem, nanti kita berikan kesempatan bagi petani untuk masuk dalam sistem itu," kata CEO (nonaktif) Rilis.Id ini.

Ketiga soal harga layak, bagaimana petani punya alat pasca panen untuk pengering, keempat modernisasi petani.

"Sarjana pertanian ini kan mana mau dia kalau misalnya suruh nyangkul, makanya perlu modernisasi alat pertanian jika mereka diberikan kesempatan untuk memakai hand traktor, kemungkinan mereka mau menjadi petani modern," kata Ilham.

Selain itu, PISPI juga pertama akan menjadi partner atau mitra bagi pemerintah daerah bagaimana bersama-sama  kembali meningkatkan kesejahteraan petani.

"Kedua Kita greget soal berkurangnya angka kerja di petani. Angkanya dibawah 30 persen. Sekarang yang bekerja di sektor ini rata-rata senior atau orang tua kita yang makin lama makin berkurang. Sudah saatnya modernisasi pertanian. Maka diperlukan terjadinya konsolidasi pengelolaan lahan," terangnya.

Kemudian, sudah tidak mungkin lagi mengerjakan ini dengan manual tapi harus sudah mengkampanyekan modernisasi penggunaan alat pertanian secara masif, saat ini ada, tapi tidak masif. Sarana lainnya adalah air.

"Air ini jadi problem penting. Kebetulan lampung dapat projek nasional pembangunan  irigasi air. Tapi kita tidak berhenti sekedar mengalirkan air di saluran primer, tapi bagiamana bisa terdistribusi ke saluran tersier," katanya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya