Pemkab Pesawaran Optimalkan Penanganan Kasus Stunting
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Selain itu, tambah Nana, imunisasi wajib diberikan pada balita. Karena menurutnya, imunisasi sudah termasuk mengantisipasi stunting.
”Artinya kalau terjadi infeksi juga akan menurunkan perkembangan anak, anak menjadi sakit-sakitan dan perkembangan otak jadi terhambat karena sakit-sakitan,” paparnya.
”Jadi sejak lahir sudah terpantau, di kesehatan ada bahasa 1000 hari pertama kehidupan, jadi 1000 hari pertama kehidupan itu usia 0 sampai usia 2 tahun, nah di 1000 hari pertama kehidupan itulah yang bisa kita pantau untuk tumbuh kembangnya, biasanya kan bayi yang baru lahir akan ditimbang kemudian diukur panjangnya, Nah di situ bisa dilihat perkembangan di bulan pertama berapa pertambahannya karena dia bisa dipantau dari pertumbuhan bayinya, kemudian juga bisa dilihat dari perkembangan otaknya, jadi memang 1000 hari pertama kehidupan itu bisa melihat perkembangan terutama melihat perkembangan motorik dan otaknya juga,” lanjut Nana.
”Ini harus diketahui oleh para ibu karena anak itu asetnya orang tua artinya begitu anak lahir dia harus benar-benar mempersiapkan anak supaya nanti saat di usia sekolah tidak membebani keluarganya. Jangan sampai ketika nanti sekolah harus menambah biaya bimbel”.
Nana mengklaim bahwa Pemkab Pesawaran telah melakukan intervensi melalui remaja putri yang memang ada di sekolah-sekolah, terutama siswi SMP.
”Kita berikan tablet tambah darah yang memang diberikan untuk para remaja tersebut, Kemudian yang kedua kegiatan kita di Posyandu yaitu pemeriksaan ibu hamil jadi dari pertama hamil sampai dia empat kali pemeriksaan, triwulan ketiganya dia tuh ada pemeriksaan kehamilan untuk persiapan melahirkan sampai dengan yang pemeriksaan yang keduanya di triwulan kedua dan sekarang program kita sekarang juga di Puskesmas kita sudah berikan USG untuk Puskesmas,” ujarnya.
”Jadi ibu yang hamil memeriksakan kehamilannya sudah bisa melihat melalui USG, artinya kan karena kita pemeriksaan selama kehamilan minimal 4 kali pemeriksaan nah 4 kali pemeriksaan ini di triwulan pertama artinya 3 bulan pertama diperiksa oleh bidan kemudian diupayakan Ibu ini datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kandungannya kepada dokter jadi ada dokter di Puskesmas yang memang akan periksa melalui USG, kemudian di triwulan 3 yang dua kali pemeriksaan tadi itu juga dilakukan pemeriksaan USG melihat kesehatan dari bayinya melalui USG yang ada di Puskes jadi artinya di Posyandu dilakukan pemeriksaan oleh bidan kemudian bidan meminta untuk ibu datang ke Puskesmas untuk memeriksakan melalui USG,” dia menambahkan.
Dinas Kesehatan (Diskes) sendiri telah meluncurkan berbagai program khusus untuk kesehatan ibu dan anak. Kegiatan tersebut dilakukan di posyandu yang tersebar di Pesawaran.
”Bila ditemukan anak dengan berat badan dan tinggi badan tidak sesuai dengan umur dianggapnya bergizi kurang atau stunting, maka bayi balitanya harus dibawa ke puskesmas, untuk diperiksa oleh dokter. Bila dokter curiga ke arah stunting, karena stunting penyebabnya bukan cuma bukan dari berat badan tinggi badan saja, kita melihat dari perkembangan otaknya. Nah baru kita kirim melalui posyandu stunting yang ada di puskesmas kita kirim bayi balita tersebut ke rumah sakit karena kita sudah berkontak dengan rumah sakit, dengan dokter anak yang memang kita minta sebagai pengampu di kabupaten untuk melihat bila ditemukan balita balita dengan kasus stunting,” terangnya.
Lebih lanjut, Nana menegaskan penanganan stunting bukan hanya tugas satuan kerjanya, melainkan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tugas Diskes salah satunya melakukan pemeriksaan kesehatan balita atau ibu hamil. Kemudian intervensi dengan memberi makanan tambahan untuk balita.
Pemkab Pesawaran
Kasus Stunting
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
