Grapari Janji Data Dirahasiakan, Sebut Penipu Diduga Dapat Nomor Pelanggan dari Konter
Dora Afrohah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Maraknya penipuan lewat pesan singkat atau SMS, terkadang masih saja memakan korban. Biasanya, nomor yang digunakan oleh penipu adalah nomor Telkomsel.
Rian Santoso, salah satu karyawan Grapari Mitra Raden Intan saat ditemui Rilislampung.id, Jumat (19/3/2021) menjelaskan, bahwa hal itu kembali ke pribadi konsumen.
“Kalau percaya maka akan tertipu. Tapi masyarakat sudah banyak yang faham kalau SMS itu menipu, karena biasanya minta transfer uang,” ungkapnya.
Rian juga menegaskan bahwa apabila ada informasi dari Telkomsel, maka yang muncul dalam SMS adalah pengirimnya tertulis “Telkomsel” dan tidak tertera nomornya. Jika pun ada nomor, yang tertera adalah nomor 188, selain itu adalah penipuan.
Rian juga menjelaskan bahwa pihak Telkomsel sangat menjaga data customer. Setiap nomor yang sudah dicatat akan disobek kertasnya.
“Jangankan orang lain, sekuriti atau office boy, hingga sesama petugas saja tidak boleh melihat nomor orang lain, bisa kena surat peringatan. Karna memang data konsumen sangat dilindungi,” jelasnya.
Rian juga menambahkan, kalau bukan yang bersangkutan yang meminta data, maka tidak akan diberikan. Itu pun harus membawa KTP dan KK asli.
Ia juga mengungkapkan, ada kemungkinan para penipu mendapatkan database nomor ponsel masyarakat.
“Kemungkinan dari konter, karena setiap beli pulsa kan dicatat nomornya. Mungkin dari situ mereka dapat nomor-nomor itu,” papar Rian lagi.
Menurut Rian, pihaknya akan membantu apabila ada pelanggan yang komplain terkait penipuan, namun selama masih bisa dibantu. Kalau menurut pihaknya tidak bisa, disarankan untuk langsung lapor ke pihak kepolisian.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
