Unila Kukuhkan 62 Insinyur Teknik Angkatan VII
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Sebanyak 62 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik (FT) Universitas Lampung (Unila) resmi menyandang gelar insinyur pada Minggu, 6 Maret 2023.
Ketua PSPPI FT Unila Dr. Eng. Ir. Dikpride Despa, S.T., M.T., IPM., ASEAN., Eng. menjelaskan, insinyur PSPPI angkatan VII berasal dari berbagai kalangan. Di antaranya Aparatur Sipil Negara (ASN), profesional, dan akademisi.
“Hingga saat ini PSPPI Unila telah menghasilkan 547 insinyur. Jumlah lulusan PSPPI tersebut menempatkan Unila pada peringkat satu alumni terbanyak di Sumatra. Hal itu tentu berkat dukungan institusi dan kepercayaan dari masyarakat,” ujarnya saat acara pengukuhan di Swiss Belhotel, Bandarlampung, Minggu siang.
Dikpride berharap, lulusan profesi insinyur Unila bisa menjadi insinyur yang menjunjung tinggi kode etik insinyur, nama baik almamater, serta memberi kontribusi terbaik pada almamater bangsa dan negara.
Pengukuhan insinyur periode Maret tahun 2022 ini dibuka langsung Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Dr. Heryandi, S.H., M.S.
Dalam sambutannya menjelaskan, PSPPI sebagai lingkup dari amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014, merupakan upaya pemerintah mempercepat terciptanya tenaga insinyur Indonesia yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki etika profesi serta kualifikasi sesuai standar sertifikasi dalam waktu yang mendesak.
Oleh karena itu ia berpesan, agar para insinyur yang dikukuhkan hari ini bisa terus bersinergi dan meningkatkan pengelolaan program studi PPI secara lebih profesional.
Keberhasilan pengelolaan program studi ini dapat dilihat dari adanya rekognisi atau pengakuan dari masyarakat. Para insinyur juga harus bisa membaca berbagai perkembangan sehingga mampu beradaptasi dengan tantangan ke depan.
Di antara tantangan tersebut, persaingan global, teknologi informasi, persaingan geografi dan demografi, serta revolusi industri.
Ia juga menambahkan, keberadaan insinyur harus bisa memberikan dampak tidak hanya pada bidang infrastruktur dan teknologi, namun juga mampu mengamati berbagai situasi yang terjadi di luar keprofesiannya.
Unila Kukuhkan 62 Insinyur Teknik Angkatan VII
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
