Manfaatkan Kecanggihan Teknologi, UTI Launching Kuliah Berbasis Metaverse dan Blockchain
Kalbi Rikardo
Bandarlampung
Sedangkan untuk kelemahannya Yuri menjelaskan, pertama pengadaan metaverse ini terkait dana, terutama pada perlengkapan dan pengembangan.
“Namun kenapa kita (Teknokrat) percaya diri melaunching ini, karena kita sudah uji coba di tiga device, dari yang paling sering digunakan mahasiswa, dan yang jarang digunakan. Semua alat-alatnya bisa kita downgrade (turunkan) ke laptop dan smarphone (HP),” paparnya.
Sedangkan untuk konsep pembelajaran yang akan dilakukan masih sama seperti biasanya namun hanya dilakukannya di dunia virtual.
“Jadi keunggulan dari metaverse ini kita punya pengalaman yang berbeda. Kalau zoom kita hanya menatap kamera ketika kita bergerak tidak ada pengaruh di virtualnya, namun jika metaverse kita punya pengalaman seperti kita berada didunia tersebut,” jelasnya.
Ia juga menambahakan untuk target dari penggunaan metaverse ini secara serentak akan dimulai bulan September 2023 di UTI.
“Tidak full, dalam artian ini hanya teknologi pelengkap dimana konvensional perkuliahaannya tetap berjalan. Jadi itu akan kita mulai di awal semester ganjil,” ucapnya.
Selain itu UTI juga akan mengembangkan teknologi Metaverse dan Blockchain untuk pemerintahan, yaitu pariwisata, musium dan kesehata.
“Jadi tempat pariwisata di Lampung, musium lalu kita akan ke kesehatan dengan membuat simulasi kesehatan seperti belajar seperti menggunting tali pusar anak baru lahir, jadi nanti akan praktek di metaverse,” ucapnya.
Universitas Teknokrat Indonesia
Teknologi
UTI Launching Kuliah Berbasis Metaverse dan Blockchain
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
