Mahasiswa UTI Luncurkan Proyek Pemberdayaan Perempuan "Girls Go Beyond"
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Girls Go Beyond sesi 1 telah terlaksana pada bulan Oktober 2022 melibatkan 40 remaja usia 17 tahun. Kegiatan dilaksanakan dengan mengundang Shana Makhmood Khan, mahasiswa personal branding enthusiast, dan Kania Dea, mahasiswa anggota Persaudaraan Setia Hati Terate.
Dari seluruh peserta yang hadir, lebih dari 90 persen merasa antusias mengikuti pelatihan ini dan merasa penting untuk mereka kedepannya.
“Saya percaya bahwa ini kesempatan terbaik untuk menunjukkan betapa pentingnya mempelajari hal-hal ini di usia muda," ujar Shavina Lestiani dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/4/2023).
"Orang mungkin berpikir bahwa itu tidak relevan dan anak perempuan akan belajar saat mereka tumbuh dewasa tetapi kenyataannya ada banyak gadis remaja yang tidak memiliki akses ke pengetahuan tersebut dan tumbuh berkembang tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi”.
Shavina merupakan mahasiswa berprestasi program Studi Sastra Inggris yang telah memenangkan berbagai kejuaraan nasional bidang speech (pidato bahasa Inggris) dan saat ini sedang melakukan penelitian bahasa terkait isu gender dan sedang melakukan pengembangan gagasan edukasi gender untuk masyarakat desa.
Saat ini Girls Go Beyond masih terus dikembangkan dari segi kurikulum dan bentuk kegiatannya. Salah satunya adalah melalui kegiatan YSEALI yang dibawa oleh Sekar Kinasih Universitas Teknokrat Indonesia di University of Nebraska at Omaha.
Kedepannya, akan ada lebih banyak program lagi dengan merekrut lebih banyak volunteer. Kegiatan Girls Go Beyond diunggah di akun Instagram @girlsgobeyond. (*)
Mahasiswa UTI
Proyek Pemberdayaan Perempuan
Girls Go Beyond
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
