Lampung Tembus 34,8 Derajat Celcius, Heatwave? Begini Penjelasan BMKG
Muhaimin Abdullah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — BMKG Lampung meminta masyarakat tidak perlu khawatir akan imbas gelombang panas (heatwave) di Asia Selatan.
Pasalnya, menurut Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, heatwave tidak akan terjadi di Indonesia.
"Gelombang panas terjadi di lintang menengah sampai tinggi. Sedangkan Indonesia ini di ekuator," katanya, saat live TikTok Rilis.id, Rabu (10/5/2023).
Lalu, mengapa suhu udara belakangan terasa panas? Bahkan, Stasiun Meteorologi Radin Inten II mencatat hingga 34,8 derajat celcius.
Menurut Rudi, ada dua penyebab yang menjadikan cuaca terasa panas menyengat.
Pertama, fenomena akibat dari gerak semu matahari, yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun
"Sekarang ini (gerak semu matahari) mendekati ekuator, jadi Indonesia masih terasa panas," ujarnya.
Akibatnya, awan yang biasanya menghalangi sinar matahari berkurang. Sehingga, panas terasa sangat menyengat.
Kedua, Indonesia saat ini telah memasuki musim kemarau.
Untuk Lampung, kemarau mulai terjadi di bagian selatan seperti Lampung Selatan, Bandarlampung, Pesawaran, Metro, dan sebagian Pringsewu.
Kemarau
BMKG Lampung
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
