Partai Berkarya Terus Wacanakan Trilogi Pembagunan Soeharto
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengajak seluruh bangsa Indonesia, khususnya seluruh kader Partai Berkarya, membangun negeri ini lebih baik melalui konsep Trilogi Pembangunan yang pernah dicanangkan Presiden ke-2 RI Soeharto. Trilogi Pembangunan merupakan ajaran Soeharto yang positif dan bisa dijadikan panduan untuk penyelamatan bagi bangsa dan negara Indonesia.
“Agar negeri ini tidak masuk dalam situasi yang membahayakan,” jelas Priyo dalam keterangan pers yang diterima rilis.id, Sabtu (26/5/2018).
Menurut Priyo, Trilogi Pembangunan merupakan konsep yang pernah diterapkan Soeharto dalam menentukan kebijakan politik, ekonomi, dan sosial, sehingga menjadikan Indonesia stabil. Bertata kehidupan yang toto-titi-tentrem kerto raharjo, murah sandang, murah pangan, murah papan.
"Trilogi Pembangunan tersebut, pertama, yaitut erpeliharanya stabilitas nasional yang dinamis. Kedua, yaitu terjadinya pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Dan ketiga, yaitu terjadinya pemerataan pembangunan berikut hasil-hasilnya. Trilogi Pembangunan ini akan kami jadikan patron dalam pergerakan sehari-hari Partai Berkarya,” ujar Priyo.
Dengan Trilogi Pembangunan tersebut, Priyo mewacanakan penerapan kembali konsep Trilogi Pembangunan menjadi langkah strategis sekaligus matra bagi pembangunan. "Bagaimanapun, Trilogi Pembangunanmerupakan pintu masuk untuk melakukan delapan jalur pemerataan yang pernah dicoba oleh Pak Harto selama menjadi mandataris MPR," kata mantan wakil ketua DPR ini.
Delapan jalur pemerataan itu mencakup pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan papan. Kemudian pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan keselamatan, pemerataan pembagian pendapatan, pemerataan kesempatan kerja, pemerataan kesempatan berusaha, pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembagunan khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita, pemerataan penyebaran pembangunan di wilayah tanah air dan terakhir pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
