Kalau Lawan Jokowi cuma Prabowo, Pilpres Diprediksi Bakalan...

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Jakarta

25 Mei 2018 15:21 WIB
Elektoral | Rilis ID
Prabowo dan Jokowi bersaing di Pilpres 2019. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.
Rilis ID
Prabowo dan Jokowi bersaing di Pilpres 2019. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILISID, Jakarta — Pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro, menjelaskan, jika nantinya cuma ada dua pasang kandidat maka kontestasi pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan berlangsung sangat ketat.

"Karena bersaing," kata dia pada Jumat (25/5/2018).

Menurut dia, tingginya elektabilitas Jokowi dalam survei Pilpres bukan jaminan untuk menang. Pasalnya, pendaftaran capres dan cawapres belum dibuka secara resmi.

"Petahana memang menjabat, ya tentu tinggi karena belum ada calonnya," katanya lagi.

Menurut dia, peta persaingan akan tampak ketika pendaftaran di Pilpres 2019, dibuka secara resmi. Ada kandidat capres dan cawapres yang mendaftar ke KPU.

"Setelah mendaftar diri, barulah disurvei masuk akal. Lengkap sudah," tambahnya.

Siti Zuhro menganggap, wajar kalau elektabilitas Jokowi mencapai 40 sampai 50 persen. "Kalau belum apa-apa di atas 40 persen itu wajar, di atas 90 persen baru kejutan," tambahnya.

Ditambahkannya, beban Jokowi di Pilpres kali ini diprediksi juga akan semakin berat, karena kondisi ekonomi yang kurang baik. Ini berbeda dengan momen ketika Jokowi maju di Pilpres 2014 lalu.

"Dulu Jokowi di elu-elukan tanpa beban dan tidak pernah memimpin, jadi tidak tahu kepemimpinan sebenarnya. Jadi, aman," katanya lagi.

Tetapi, kondisi politik ekonomi sekarang sudah berubah. Gerakan 411 dan 212 diprediksi akan menjadi tantangan bagi Jokowi di Pilpres mendatang.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya