Dua Tahun Beruntun, Ridho Sukses Entaskan Desa Tertinggal
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Kepemimpinan petahana M. Ridho Ficardo-Bachtiar telah mengukir sejarah. Provinsi Lampung menjadi yang terbaik nasional selama dua tahun berturut-turut melalui pengentasan desa tertinggal di Sai Bumi Ruwa Jurai (SaburaI).
"Tidak pernah dalam sejarah, pengentasan desa tertinggal di Lampung menjadi yang terbaik nasional dua tahun berturut turut," ucap Calon Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo, saat menyampaikan sambutannya di hadapan marga Saibatin di GSG Pahoman, Bandarlampung, Sabtu (26/5/2018).
Menurutnya, dalam memimpin Provinsi Lampung dirinya telah berhasil mengentaskan kemiskinan hingga mencapai 200 ribu jiwa melalui program Gerbang (Gerakan Membangun) Desa Saburai di Kabupaten Tanggamus. Bahkan setiap tahunnya, Pemprov Lampung menggelontorkan lebih dari Rp100 miliar untuk membangun jalan dan jembatan.
"Di awal saya menjabat sebagai Gubernur Lampung pada tahun 2014, terdapat 380 ribu jiwa warga tidak mampu, di mana Tanggamus menjadi yang terbanyak se-Provinsi Lampung. Nah, lewat Gerbang Desa Saburai, sekarang alhamdulillah tinggal 100 ribuan," ungkap Ridho.
Suami Aprilani Yustin ini karenanya berharap keluarga besar Saibatin dapat bersama-sama bergerak dan berjuang untuk memenangkannya di pilgub 27 Juni 2018. Dengan begitu, ia bisa melanjutkan membangun dan memajukan Lampung.
"Saya yakin, jika kita bersatu bisa berhasil memenangkan pilgub 27 Juni 2018 mendatang. Karena kemenangan kita juga merupakan kemenangan masyarakat Lampung, khususnya keluarga besar Saibatin se-Provinsi Lampung," terangnya.
Sultan Adat Kepaksian Pernong Kerajaan Skala Brak ke-23, Edward Syah Pernong, menyambut. Ia mengajak seluruh masyarakat Saibatin untuk bersama-sama memenangkan Ridho Berbakti jilid II di Pilgub Lampung 2018.
"Dengan rasa sayang, bangga dan hormat, insya Allah komitmen dan kesetiaan untuk Ridho Berbakti akan kami tunjukan pada 27 Juni 2018," tegasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
