Drama Politik Pilgub Jawa Barat, Akankah Peta Berubah?
Anonymous
Bongkar Pasang Calon
Seakan tak mau kalah. Partai Demokrat dan Golkar umumkan akan mengusung Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi di hari yang sama di malamnya.
"Saya ketemu dengan DPD (Demokrat) untuk 'merajut kisah cinta' yang tertunda. Dan akhirnya, kami memiliki kesepakatan untuk maju di Pilgub, yang Insya Allah daftar di 9 Januari 2018," seloroh Dedi di Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Keduanya justru mempunyai semangat lebih dalam menguasai Pilgub Jabar. Pasalnya, pasangan dengan inisial sama-sama DM pernah 'patah hati' terhadap parpol, kata pengamat komunikasi politik Universitas Airlangga Suko Widodo.
Diketahui, Dedi Mulyadi pernah 'patah hati' ketika partainya mendukung Ridwan Kamil dan bukan dirinya yang merupakan kader setia Golkar.
Sedangkan Deddy Mizwar mengalami 'patah hati' ditinggal Partai Gerindra dan PKS, yang awalnya menyatakan akan mendukung pencalonan dirinya pada akhirnya mengusung Sudrajat dan Ahmad Syaikhu.
Sementara, Ridwan Kamil terlihat 'telat panas' dibanding dengan kandidat lain yang akan bertarung dalam Pilgub Juni 2018 mendatang.
Bukan tanpa sebab. Sejumlah masalah mendera Wali Kota Bandung ini yang lebih dulu mengantongi syarat pencalonan. Adalah Kang Emil masih 'menjomblo'. Hingga dirinya dapatkan 'sanksi' dari Partai Golkar yang menarik dukungan atasnya berhubung tidak menetapkan calon wakil gubernur sesuai batas waktu yang ditetapkan.
"Sudah saya diserahkan kepada DPP (Dewan Pimpinan Pusat), jadi saya menunggu kabar posisinya bagaimana urusan wakil," ujar Emil kepada para wartawan usai meresmikan Gedung Bandung Creative Hub, Kamis (28/12).
Hal itu ditanggapi Direktur Eksekutif Voxpol, Pangi Syarawi Chaniago. Dia menilai, PDIP kemungkinan berkoalisi dengan mitra parpol Ridwan Kamil.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
