Caleg Gerindra Diwajibkan Urunan untuk 'Pencapresan' Prabowo?
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Partai Gerindra dikabarkan mewajibkan bakal calon anggota legislatifnya urunan untuk membantu biaya pencalonan Prabowo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Angkanya bervariatif, tergantung petahana atau bacaleg anyar.
"Buat yang baru nyaleg Rp200 juta. Kalau incumbent Rp500 juta," ujar seorang sumber dari internal Gerindra kepada rilis.id di Jakarta, baru-baru ini.
Katanya, dana yang terhimpun nantinya akan digunakan untuk membiayai alat peraga kampanye dan saksi partai. "Biayanya nanti setelah penetapan oleh KPU," jelasnya.
Sumber lain dari internal Gerindra, mengakui mengetahui informasi tersebut. Namun, belum bersifat final. "Masih wacana," ucapnya.
Namun bila memang jadi diterapkan, kader Prabowo yang baru akan maju ke Senayan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 ini mengaku tak risau. "Enggak usah pusinglah, kan, buat capres kita juga," katanya.
Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Ferry Julianto, menampik kabar tersebut. "Enggak, enggak benar," tegasnya.
Dia menerangkan, Gerindra memiliki dana untuk kebutuhan Prabowo dalam pilpres. "Ada duit lah kita," ucapnya.
Meski begitu, Ferry mengakui, ada urunan kader untuk "pesta demokrasi" nanti. Sifatnya sukarela. "Namanya gotong royong. Biasa itu," pungkas dia.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
