Akademisi Sarankan Rekrutmen PPK Diulang
Anonymous
Bandarlampung
Dia menyebut, jika penyelenggaranya saja sudah tidak mengindahkan aturan dan tidak profesional dalam perekrutan, bagaimana dengan hasil pilkada nantinya.
”Ini ditakutkan sistematis. Karena apa? Lihat saja dari pusat hingga daerah bahkan PPK-nya ada persoalan seperti ini. Terus, hasil pilkada nanti akan jadi seperti apa coba? Kan, ini sudah tidak baik buat proses demokrasi kita,” sesalnya.
Sementara, pengamat politik Unila lainnya Budi Kurniawan juga berpendapat sama. Dia juga menyarankan untuk melaporkan ke lembaga yang berwenang jika memang benar terbukti adanya kebocoran soal dan muncul nama-nama siluman dalam proses rekrutmen PPK.
Lalu, jika benar terbukti, harus dicari motifnya. Apakah ada motif politik untuk calon tertentu.
Dia juga menyarankan rekrutmen di dua daerah itu diulang. Terlebih jika memang aturannya memang seperti itu.
”Ya, ikuti saja aturannya bagaimana,” saran dia. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
