Ratusan Petugas Pintu Air Dirumahkan BBWS Mesuji-Sekampung
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Ratusan petugas pintu air mendatangi kantor Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji-Sekampung usai mendapatkan informasi dirumahkan sejak Minggu, 6 Februari 2025.
Sigit, perwakilan petugas pintu air mengungkapkan kehadiran mereka ke Kantor BBWS Mesuji-Sekampung ini untuk menyampaikan aspirasi mereka karena telah bekerja bertahun-tahun namun diberhentikan sepihak.
"Kami hadir disini mau bertanya dan mau menyampaikan ke kepala BBWS kenapa kami di berhentikan secara sepihak. Sedangakan kami sudah bekerja puluhan tahun dan saya sendiri sudah 13 tahun bekerja mengabdi untuk masyarakat kok kenapa kami diberhentikan sepihak," kata Sigit.
Sigit mengungkapkan setidaknya petugas pintu air di aliran Way Sekampung ada 171 orang yang dirumahkan. Sementara itu petugas pintu air di aliran Way Rarem sebanyak 62 orang.
"Semua anggota ini rata-rata penjaga pintu air yang bekerja tidak kenal waktu kalau kamu di panggil masyarakat tengah malam pun kami datang untuk mensukseskan program pemerintah swasembada pangan," katanya.
Ia pun memohon kepada Presiden Prabowo Subianto agar keputusan ini dapat diubah. Sebab, pekerjaannya sebagai petugas pintu air ini berpengaruh pada program ketahanan dan swasembada pangan.
"Dampak ke petani kami yakini sangat besar, pertama carut marut nya pembagian air dari hulu ke hilir
Pasti yang dibawah akan selalau merasa kekurangan kalau tidak ada petugas yang membagi air," sambungnya.
"Harapan hari ini kami minta kepada Presiden kami sangat mendukung swasembada pangan tapi kenapa kami dihentikan secara sepihak sehingga kami berharap bisa bekerja kembali meksipun tidak diangkat PPPK walaupun kontrak asalkan anak istri kami bisa makan karena ini adalah sumber penghasilan kami satu-satunnya," tutupnya. (*)
Petugas pintu air
penjaga pintu air
balai besar wilayah sungai Mesuji-Sekampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
