Jaga Ekosistem di Teluk Kiluan Tanggamus, Unila Gandeng Mitra Bentala Gelar Tanam Mangrove dan Diskusi Bersama
Agus Pamintaher
Tanggamus
RILISID, Tanggamus — Program studi Magister Manajemen (Prodi MM) Wilayah Pesisir dan Laut (MWPL) Universitas Lampung menggandeng Mitra Bentala, melakukan penanaman 200 bibit mangrove dan diskusi bersama masyarakat Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.
Selain dihadiri Kepala prodi MM Wilayah Pesisir dan Laut (MWPL), Kepala prodi MM Ilmu Lingkungan,.dosen dan mahasiswa, juga ada Ikatan Penyuluh Perikanan (IPKANI) Provinsi Lampung, Camat serta Kepala Pekon.
Rizani selaku Ketua Pelaksana Diskusi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan serta upaya membangun kolaborasi antara berbagai pihak dalam pengembangan wilayah pesisir Lampung.
Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, para pihak yang terlibat diharapkan dapat menjadi kekuatan bersama dan berkontribusi terhadap kemajuan pesisir.
Sedangkan Kepala prodi MWPL Nur Efendi menyampaikan, Teluk Kiluan merupakan aset provinsi yang sangat terkenal dengan wisata lumba-lumba.
Namun, saat ini tidak terdengar lagi, dan bahkan ada kecendrungan mengalami penurunan kunjungan wisatawan bila dibandingkan dengan daerah lain.
Menurutnya, kemungkinan ada persoalan atau mungkin menghadapi kendala, sehingga tidak terdengar minat kunjungan wisatawan.
“Kami saat ini sudah memiliki program studi wilayah pesisir dan laut, dan ini dapat menjadi peluang untuk memajukan sektor pesisir dan laut Provinsi Lampung, terutama ekowisata," ujar Nur Efendi, Selasa (11/2/2025).
Pendapat lain juga disampaikan dosen biologi Unila Prof. Endang Linirin terkait keberadaan terumbu karang di Teluk Kiluan yang cukup eksotis dengan adanya karang menyerupai gua di kedalaman 10 meter dengan arus cukup kuat.
Bagi penyelam (diver), hal itu merupakan wisata yang menarik dan memiliki sensasi tersendiri.
Unila
mitra Bentala
ekosistem
diskusi
tanam mangrove
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
