BGN Akui Ada Penghentian Sementara 14 SPPG di Lampura, Anggi Prasetyo: Setelah Penuhi Standar Dapur Aktif Lagi
Furkon Ari
Lampung Utara
Anggi menegaskan, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) menjadi syarat mutlak dalam keberlangsungan program MBG.
Pelanggaran sebelumnya, seperti belum terpenuhinya aspek higienitas hingga ditemukannya makanan tidak layak konsumsi, menjadi alasan utama dilakukannya penertiban.
"Perintah BGN tegas. Semua dapur wajib memenuhi standar, karena ini menyangkut kesehatan masyarakat," tegasnya.
Saat ini, jumlah SPPG di Lampung Utara tercatat sebanyak 73 unit dan akan segera bertambah menjadi 76 unit.
Ke depan, jumlah dapur diperkirakan meningkat hingga 125 unit guna memperluas jangkauan layanan.
Setiap dapur melayani sekitar 1.000 hingga 3.000 penerima manfaat, sehingga kualitas pengelolaan menjadi perhatian utama.
Di tingkat lapangan, klarifikasi ini diperkuat Camat Hulu Sungkai Zulham A. Razak yang memastikan program MBG tetap berjalan di wilayahnya.
"Dari dua dapur yang ada, satu masih dalam tahap pembangunan dan satu lainnya aktif beroperasi," ungkapnya.
Informasi serupa juga berkembang di masyarakat yang menunjukkan distribusi makanan masih berlangsung, meski sebelumnya sempat muncul kabar penghentian operasional.
Polemik ini menjadi catatan penting dalam pengelolaan program MBG ke depan.
SPPG
BGN
SLHS
SOP
MBG
Satgas
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
