Usulan Titipan Honorer di DPRD Lampung Mencuat, Pimpinan Dewan Terkesan Menghindar
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Terkait adanya usulan pengangkatan 23 honorer di lingkungan DPRD Lampung menjadi polemik.
Pasalnya, Fraksi Gerindra mempertanyakan usulan tenaga honorer titipan tersebut yang terkesan melanggar komitmen Gubernur Lampung. Dan Pimpinan DPRD Lampung terkesan menghindar.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) Tina Malinda belum mengetahui adanya usulan pengangkatan 23 honorer di lingkungan DPRD Lampung.
“Belum tahu saya soal pengangkatan ini, saya belum tahu karena saya baru pulang umroh, ”ungkap Tina Malinda via WhatsApp-nya, Selasa (11/2/2020).
Sementara itu, Fraksi Gerindra DPRD Lampung menyetujui langkah Gubernur Lampung untuk meninjau ulang jumlah tenaga honorer di lingkungan provinsi Lampung dan meniadakan penerimaan honorer baru.
“Secara Kelembagaan, kami sudah rapat fraksi dan akan menyurati Gubernur Lampung untuk memanggil Sekretaris DPRD Lampung Tina Malinda agar membatalkan pengangkatan honorer. Karena kabar ini sudah berhembus kencang di luaran yang dinilai sarat kepentingan,” kata Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Lampung Ikhwan Fadil Ibrahim usai rapat fraksi.
Menurutnya, jika pengangkatan 23 tenaga honorer tetap dilakukan akan melanggar prosedur, terlebih ada indikasi dugaan salah satu unsur pimpinan DPRD Lampung sudah menitipkan 6 orang bakal pegawai honorer.
“Saya yakin, Gubernur sangat komit dengan peraturan yang dikeluarkan pemerintah pusat. Artinya, Ketika prosedur yang ditetapkan sudah salah, dan tetap dilakukan oleh oknum. Maka diprediksi ada gejolak yang akan timbul. Yang berimbas dapat membahayakan marwah DPRD Lampung,” tanya dia.
Fadil Ibrahim mengaku penegasan dari Fraksi Gerindra Lampung ini, berawal dari konfirmasi dengan Sekwan tentang kejelasan usulan pengangkatan tenaga honorer, yang menyatakan ada setiap unsur pimpinan DPRD yang menitipkan hingga 6 tenaga honorer.
“Jelas, saya kemarin konfirmasi ke Sekwan ada salah satu unsur pimpinan DPRD yang menitipkan hingga 6 tenaga honorer. Soal, siapa itu pimpinan DPRD nya silahkan tanya langsung ke Sekwan,” tegasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
