Pemerintah Tegaskan Indonesia Sudah Punya Alat Deteksi Corona, tapi...

Tari Oktaviani

Tari Oktaviani

Jakarta

10 Februari 2020 17:03 WIB
Nasional | Rilis ID
FOTO: Istimewa
Rilis ID
FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Pemerintah Indonesia membantah kabar bahwa Indonesia belum memiliki alat pendeteksi virus corona. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

"Indonesia sudah memiliki alat untuk mendeteksi atas virus korona. Tadi ada profesor yang telah menyampaikan informasi bahwa kemampuan Indonesia untuk mendeteksi kalau terjadi sesuatu karena ini,” ujar Moeldoko.

Hal yang sama juga pernah disampaikan oleh Chairman Eijkman Institute for Molecular Biology, Professor Amin Soebandrio. Ia menyebut bahwa Indonesia memiliki dua jenis alat pendeteksi virus corona yakni polymerase chain reaction (PCR) dan alat untuk mengonfirmasi.

“Saat ini yang diarahkan Kemenkes di Litbangkes. Tapi lab kami karena kami bukan lab pelayanan tapi penelitian, kami punya kemampuan itu semuanya dan sudah dipakai waktu flu burung yang lalu. kami dipakai sebagai lab konfirmasi, jadi memastikan kalau ada lab lain yang menyatakan positif dibandingkan dengan kami. Kalau dua lab sama-sama positif maka meyakinkan. Tapi kalau satu positif satu negatif ...nah mesti pastikan dulu,” jelas Amin.

Meski begitu ia mengakui memang alat ini hanya tersedia di laboratorium. Sehingga tidak bisa mendeteksi langsung virus di Bandara atau pelabuhan.

Dengan kata lain jika ada yang suspect corona maka harus dibawa sampelnya yang diambil dari hidung dan tenggorokan dengan kapas khusus untuk kemudian dibawa ke lab.

“Karena pengerjaannya harus di ruangan khusus supaya tidak ada cemaran dari luar, karena alat ini sangat sensitif. Misalnya kalau kita buka tabungnya kemudian ada virus lain masuk itu akan mengganggu jadi kita harus kerjakan di ruang khusus dan lemari khusus,” paparnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah pun tengah menyiapkan lahan untuk dibangun rumah sakit sebagai rehabilitasi. Adapun lahan itu sedang dicari di pulau terluar.  

“Ya nanti akan segera dirapatkan, kita akan mencari suatu tempat kosong, pulau yang... kita punya banyak, ribuan pulau yang masih kosong. Itu nanti rencananya akan dipilih satu, khusus untuk rumah sakit bukan hanya corona nanti Presiden minta yang jangka panjang, itu disiapkan rumah sakit khusus yang menangani virus-virus menular,” jelas Mahfud.

Sebelumnya WHO meminta Indonesia untuk berhati hati lagi mengingat belum ada satupun warga yang positif terinfeksi virus corona. Lalu media asing Australia, The Sydney Morning Herald pada Jumat pekan lalu memberitakan bahwa Indonesia belum menerima alat untuk mendeteksi virus corona dengan cepat.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya