Para Ahli Dunia Sebut Jika Corona Tidak Terdeteksi di Indonesia, Maka akan Lebih Berbahaya
Tari Oktaviani
RILISID, — Para ahli virus dunia mulai meragukan kenapa Indonesia belum ada satupun yang positif terinfeksi virus corona. Mereka pun kemudian meyakini bahwa virus tersebut sebetulnya sudah ada di Indonesia namun tidak terdeteksi.
"Indonesia melaporkan nol kasus, tapi mungkin sebenarnya sudah ada beberapa kasus yang tak terdeteksi," ujar ahli epidemiologi Marc Lipsitch dari Harvard TH Chan School of Public Health.
Ia mengatakan jika memang virus corona tidak terdeteksi secepat mungkin di Indonesia maka hal yang lebih berbahaya dikhawatirkan akan terjadi. Yakni virus tersebut membentuk epidemi yang sangat berbahaya.
"Kasus yang tidak terdeteksi di negara mana pun berpotensi menyebarkan epidemi di negara-negara tersebut," kata Lipsitch.
Lipsitch pun mencoba menelaah dengan hitungan jumlah rata-rata penumpang yang terbang dari Wuhan ke negara lain di seluruh dunia. Ia menilai penerbangan dari China ke Indonesia sebelumnya sangat tinggi angkanya sehingga diyakininya penyebaran virus akan lebih mudah sebetulnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ahli virus Christopher Mores dari Milken Institute School of Public Health University. Ia menilai bahwa Indonesia mungkin tidak dapat menangkap virus atau gagal deteksi. .
"Atau kita hanya tidak menangkapnya dan menghitungnya, atau gagal saat mendeteksi," imbuh Mores.
Untuk diketahui, data per hari ini mencatat 910 orang meninggal dan 40.553 orang positif terinfeksi secara global.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
