Legislator: Tindak Tegas Agen Elpiji Nakal Jelang lebaran
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Anggota Komisi VII DPR, Andi Yulianis Paris, meminta pemerintah memberikan sanksi lebih tegas, kepada agen-agen elpiji nakal guna mencegah kelangkaan elpiji khususnya tabung tiga kg bersubsidi di berbagai daerah pada Lebaran 2018.
"Salah satu hal yang dicemaskan adalah konsumsi elpiji akan meningkat baik selama masa Lebaran," katanya di Jakarta, Kamis (7/6/2018).
Untuk itu, ujar dia, PT Pertamina (Persero) diharapkan betul-betul mengawasi agen serta memberikan sanksi tegas, kepada agen nakal seperti yang mengoplos elpiji subsidi ke nonsubsidi.
"Ini yang tidak kami inginkan. Karena kasihan rakyat yang seharusnya mendapatkan elpiji subsidi tidak mendapatkannya," katanya.
Andi juga menginginkan, pemerintah benar-benar memperhatikan stok elpiji tiga kilogram agar tidak terjadi kelangkaan menjelang Lebaran atau momen penting lain.
"Kami mendorong pemerintah untuk memperhatikan hal ini sebaik-baiknya agar tidak terjadi kelangkaan mendekati hari raya Idul Fitri," kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.
Menurut dia, setiap tahun di berbagai daerah selalu terjadi kelangkaan elpiji yang entah karena apakah barangnya benar-benar tidak ada atau karena distribusinya tidak tepat sasaran.
Ia berpendapat, kelangkaan elpiji bersubsidi tersebut kerap menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
Hal tersebut, lanjutnya, karena di tingkat penyalur pertama yaitu stasiun pengisian elpiji dinyatakan tidak kekurangan stok, begitu pula di pangkalan besar.
Namun, ucapnya, di tingkat pangkalan atau eceran ternyata ada kelangkaan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
