Kongres Ricuh, Pengamat Sebut PAN Tidak Dewasa dalam Berpolitik
Nailin In Saroh
Jakarta
"Pertanyaan kritis, kenapa itu bisa terjadi? Tentu, orang yang melakukan tersebut sudah tidak menghargai kredibilitas para tokoh yang ada di PAN itu sendiri. Akan lain halnya, bila salah satu atau beberapa tokoh di PAN masih kredibel di mata mereka, maka kejadiaan saling melempar kursi tidak akan terjadi," tambah Emrus.
Dirinya mengingatkan bahwa kredibilitas tokoh di suatu partai politik sangat ditentukan oleh perilaku keseharian para tokoh tersebut ketika berelasi dan atau menangani berbagai persoalan di internal partai.
Jika para tokoh menunjukkan kredibilitas kepemimpinannya, kata Emrus, maka tokoh tersebut dipastikan akan dihargai dan dihormati oleh semua anggota dan atau kader partai.
"Lain halnya bila yang terjadi penilaian yang sebaliknya dari anggota dan atau kaader partai terhadap para tokoh di suatu partai, maka salah satu bentuk perilaku dari para pengikutnya melakukan tindakan saling melempar kursi di dalam suatu kongres," katanya.
Emrus menambahkan, peristiwa yang terjadi Kongres V PAN tersebut tidak hanya evaluasi bagi para pelakunya, tetapi sangat penting merupakan introspeksi mendalam bagi para tokoh yang ada di PAN itu sendiri.
"Sebab akibat aksi lembar kursi itu sangat-sangat tidak menguntungkan bagi perjalanan politik PAN dalam menghadapi kontestasi politik ke depan dan juga pelaksanaan kongres itu sendiri," pungkas Emrus.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
