Jokowi Resmikan Digitalisasi Pertanian dan Bertemu Ulama di Indramayu
Sukma Alam
Jakarta
RILISID, Jakarta — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri dan meresmikan Program Kewirausahaan dan Digitalisasi Sistem Pertanian di Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Pada hari kedua kunjungan kerjanya ke Jawa Barat, Kamis, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan hadir di Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, menyebutkan di desa tersebut Presiden akan meresmikan Program Kewirausahaan dan Digitalisasi Sistem Pertanian.
Selain itu, Jokowi juga dijadwalkan akan mengunjungi Pondok Pesantren Darul Ma'arif di Desa Kaplongan untuk bersilaturahmi dengan para ulama, santri, dan masyarakat sekitar.
Siang harinya, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Semarang, Jawa Tengah, melalui Bandar Udara Internasional Jawa Barat, Kabupaten Majalengka.
Di Semarang, Presiden akan meresmikan terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani yang juga merupakan bandara terapung di atas air yang pertama di Indonesia.
Pengembangan bandara di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tersebut juga termasuk dalam program Percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden No 58 Tahun 2017.
Terminal baru Bandara Ahmad Yani memiliki luas area 58.652 meter persegi atau hampir sembilan kali lebih besar dibanding luas terminal bandara lama yang hanya 6.708 meter persegi.
Setelah selesai dibangun, terminal baru akan mampu menampung sebanyak 7 juta penumpang per tahun atau 19 ribu penumpang setiap hari. Sedangkan kapasitas terminal lama hanya 800 ribu penumpang per tahun.
Selain itu, dalam terminal baru tersebut juga dilengkapi tiga unit garbarata serta 30 unit counter check in untuk mempercepat pelayanan kepada penumpang maskapai.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
