Gerindra: Jiwasraya Kasus 'Mahal', Mau Panja atau Pansus yang Penting Selesai
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Gerindra akhirnya menyatakan mendukung Panja Jiwasraya setelah sebelumnya lebih memilih membentuk Pansus. Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani, mengatakan partainya terbuka dalam menyelesaikan persoalan dugaan korupsi di PT. Asuransi Jiwasraya, baik melalui mekanisme Panitia Kerja (Panja) atau Panitia Khusus Hak Angket."
Mekanisme itu akan terbuka apakah nanti dengan membentuk Panja atau Pansus. Terbuka dalam arti pada akhirnya konsensus itu akan tercapai di DPR," ujar Ahmad Muzani usai perayaan HUT Partai Gerindra di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Kamis (6/2/2020).
Prinsipnya bagi Gerindra, kata dia, persoalan Jiwasraya harus menjadi pelajaran yang sangat "mahal" bagi pengelolaan keuangan BUMN. Sebab penyelesaian pengembalian uang nasabah harus menjadi tanggung jawab bagi BUMN yang bersangkutan.
"Persoalan Jiwasraya harus menjadi pelajaran yang mahal agar persoalan itu tidak terulang. Manajemen yang bertanggung jawab atas kesalahan ini harus bertanggung jawab secara hukum ataupun secara keuangan," tegas Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu.
Muzani juga menjelaskan, proses penyelesaiannya di DPR bisa melalui Panja dari per-komisi ataupun Pansus yang merupakan gabungan komisi-komisi. Lagipula, Panja Jiwasraya sudah terbentuk di tiga komisi yaitu di Komisi III DPR menyangkut hukum, Komisi VI DPR tentang pengelolaan administrasi dan pengelolaan BUMN, serta Komisi XI DPR terkait pengelolaan keuangan.
Dia menyatakan, pada prinsipnya Fraksi Partai Gerindra akan ikut keputusan yang terbaik dalam persoalan tersebut.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan sebenarnya Gerindra mendukung pembentukan panitia khusus atau pansus Jiwasraya.
"Saya kira logikanya dan sewajarnya memang yang dibentuk itu adalah pansus, ini pendapat saya pribadi," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (5/2).
Fadli mengatakan Gerindra awalnya mendukung pansus. Namun lantaran ada permintaan, partai besutan Prabowo Subianto itu banting setir menyokong panja Jiwasraya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
