Arus Mudik dan Balik Jadi Ajang Promosi Pariwisata Kabupaten Batang  

Default Avatar

Anonymous

Batang

7 Juni 2018 12:50 WIB
Daerah | Rilis ID
Pemasangan Spanduk himbauan sekaligus promosi objek wisata dan peluang Investasi di lokasi strategis di Jalur Tol Batang-Semarang dalam wilayah Pemerintah Kabupaten Batang. FOTO: Humas Pemkab Batang
Rilis ID
Pemasangan Spanduk himbauan sekaligus promosi objek wisata dan peluang Investasi di lokasi strategis di Jalur Tol Batang-Semarang dalam wilayah Pemerintah Kabupaten Batang. FOTO: Humas Pemkab Batang

RILISID, Batang — Momentum arus mudik dan balik pada Lebaran 2018 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Batang untuk promosi pariwisata dan investasi.

Bentuk promosi yang dilakukan tersebut dengan memasang berbagai spanduk bertuliskan "Ayo Piknik dan Investasi di Batang" di berbagai titik jalan tol dan jalur pantai utara (pantura) dan membagikan stiker, brosur di objek-objek wisata.  

“Promosi pariwisata menjadi penting guna mendukung keberhasilan program 'Visit to Batang 2022'. Pariwisata menjadi salah satu prioritas dari Pemerintah Kabupaten Batang yang saat ini sedang dikerjakan,” kata Bupati Batang, Wihaji, di Batang, Kamis (7/6/2018).

Wihaji berharap, kegiatan yang dilakukan tadi dapat memberikan informasi kepada pemudik, bahwa Kabupaten Batang memiliki sejumlah prioritas di sektor pariwisata.

“Kita sudah mengecek langsung pemasangan spanduk di sejumlah titik strategis di lapangan. Kita juga mengecek kesiapan jalur pantura dan tol," kata  Wihaji.

Ia mengatakan, Batang memiliki objek-objek wisata yang mudah diakses, baik dari jalur tol maupun dari jalur pantura. Seperti Pantai Sigandu, Pantai Ujungnegoro, Pantai Jodo, objek wisata Sikembang, Desa Wisata Pandansari.

“Dengan promosi ini, kami ingin pemudik tahu di Batang banyak objek wisata. Sekaligus juga berharap, mereka mengunjungi destinasi wisata tersebut," tuturnya.

Sementara selama arus mudik dan balik Lebaran yang melewati Kabupaten Batang, Wihaji menjelaskan, di tahun 2017 kemarin, omzet UMKM, rumah-rumah makan dan usaha lain, turun hampir 50 persen.

Ini karena kendaraan yang biasanya melewati jalur pantura memilih jalur tol.

“Tahun ini jangan sampai terjadi lagi. Kami meminta ada koordinasi yang baik antara Pemkab dan pengelola tol agar UMKM bisa dilibatkan di rest area. Jumlah rest area di jalur tol di wilayah Batang ada lima dan UMKM harus dilibatkan di setiap rest area," tegas Wijahi.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya