Khittah Bawang Putih
Wirahadikusumah
Akibatnya?
Hukum ekonomi berlaku: Jika stok barang sedikit, harga menjadi mahal. Pun sebaliknya.
Informasi itu bukan dari saya. Tapi penjelasan Direktur Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) RI Prihasto Setyanto.
Yang disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (10/2/2020). Yang beritanya saya baca di media-media online. Tadi pagi (11/2/2020).
Dari berita yang saya baca itu, ada informasi baik yang saya dapat.
Ternyata, Kementan tahun ini mengalokasikan anggaran Rp220,15 miliar. Dalam rangka pengembangan sentra kawasan bawang putih. Di berbagai daerah Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan produksi dalam negeri.
Prihasto menjelaskan, produksi bawang putih dalam negeri saat ini baru mencapai 87.509 ton per tahun. Sedangkan kebutuhan nasional 560-580 ribu ton per tahun.
Menurutnya, luas tanam bawang putih di Indonesia pada 2019 adalah 12.461 hektare (ha). Sementara luas panennya 12.007 ha dengan produksi 87.509 ton. Yang produktivitasnya sebesar 7,29 ton/ha.
Karenanya, diperlukan upaya peningkatan produktivitas bawang putih dalam negeri. Dengan mengembangkan luasan lahannya. Yang tahun ini ditarget mencapai 5.453 ha. Yang tersebar di 16 provinsi Indonesia.
Yakni, Aceh seluas 100 ha; Sumatera Utara (505 ha); Sumatera Barat (150 ha); Bengkulu (225 ha); Jambi (75 ha); Sumatera Selatan (50 ha); dan Lampung (160 ha).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
