Rupiah Kembali Melemah
Anonymous
Jakarta
Darmin menjelaskan, situasi perkembangan global, khususnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang diprediksi semakin membaik memberikan dampak yang luas, termasuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Karena menurutnya, terkoreksinya nilai kurs rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa waktu terakhir berawal dari prediksi pertumbuhan ekonomi AS yang semakin membaik tersebut.
"Kalau dia membaik maka bisa diperkirakan bahwa tingkat bunganya akan naik empat kali, padahal yang baru di-price-in oleh market baru tiga. Jadi hampir pasti dia akan naik empat kali tahun ini ke depan," ujarnya.
Dia sendiri menekankan perlunya ada adjustment dari pihak Indonesia untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi tersebut.
"Ya memang perlu, kalau dibiarkan kurs seperti ini, itukan bukan pilihannya membiarkan kurs atau bunga yang bergerak itu namanya adjustment, keseimbangan baru namanya," katanya.
BI sendiri sudah menyatakan tidak menutup ruang untuk menaikkan suku bunga acuan BI rate.
Menurutnya, kenaikan suku bunga acuan yang berkisar 0,25 bps saja tidak akan berpengaruh terhadap target-target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
