Rupiah Kembali Melemah
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Nilai tukar rupiah pada Senin (30/4/2018) pagi bergerak melemah sebesar sembilan poin menjadi Rp13.867 dibanding posisi sebelumnya, Rp13.858 per dolar AS pada Minggu (29/4/2018) kemarin.
Nilai tukar rupiah ini masih melemah sejak 20 April lalu, yaitu Rp13.804 per dolar AS.
Bahkan, rupiah pernah mencapai angka tertinggi Rp13.930 pada 26 April 2018 lalu.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Achmad Hafisz Tohir, mengatakan risiko berlanjutnya tren pelemahan nilai rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat harus diwaspadai.
Baik karena kenaikan harga minyak dunia atau kemungkinan arus keluar pasar SBN dan saham Indonesia.
Politisi PAN itu juga mengingatkan sejumlah gejolak global seperti dampak kenaikan suku bunga AS dan perang dagang AS-China.
"Jika dolar menguat terhadap rupiah, harga BBM akan tertekan, baik yang subsidi maupun non-subsidi. Efeknya penyesuaian harga BBM berbagai jenis diprediksi akan terus berjalan," paparnya
Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan pihaknya tak menutup peluang untuk menaikkan suku bunga acuan.
Hal itu menurutnya, bisa dianggap sebagai jawaban atas persoalan kurs atau nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS.
"Jadi kalau Bank Indonesia bilang kita tidak akan menghindar, tidak menutup peluang untuk menaikkan suku bunga kalau perlu, ya memang jawabannya kira-kira itu," kata Darmin Nasution.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
