Permintaan Menurun, Perang Dagang AS-China Terus Ancam Harga Minyak

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

11 Juni 2019 08:15 WIB
Bisnis | Rilis ID
Ilustrasi Tambang Minyak
Rilis ID
Ilustrasi Tambang Minyak

Namun, Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan masih ada risiko produsen minyak memompa terlalu banyak minyak mentah dan harga turun tajam. Novak mengatakan dia tidak bisa mengesampingkan penurunan harga minyak menjadi 30 dolar AS per barel jika kesepakatan global tidak diperpanjang.

"Banyak negara pengekspor minyak telah mengkonfirmasi bahwa mereka siap untuk mengadakan pertemuan kebijakan dengan OPEC di Wina pada 2-4 Juli, alih-alih tanggal yang dijadwalkan akhir bulan ini," kata Novak.

Di Amerika Serikat, produksi minyak mentah telah melonjak, naik ke rekor mingguan di 12,4 juta barel per hari, sementara stok minyak mentah telah naik mendekati level tertinggi dua tahun, menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA) pekan lalu.

"Pasar telah melihat tekanan selama beberapa minggu terakhir karena kenaikan signifikan dalam persediaan minyak mentah dan produk di sini, di AS, yang telah menekan harga, karena pasar sekarang menunggu hasil pertemuan produsen OPEC dan non-OPEC yang akan datang," kata Andrew Lipow dari Lipow Oil Associates di Houston.

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya