Pemerintah Sebut IA CEPA Tingkatkan Peluang Ekspor ke Australia, Ini Sebabnya...

Elvi R

Elvi R

Jakarta

5 Maret 2019 17:00 WIB
Bisnis | Rilis ID
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham
Rilis ID
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham

RILISID, Jakarta — Industri manufaktur nasional memiliki peluang besar untuk lebih meningkatkan nilai ekspor ke Australia pascapenandatanganan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

"Kami sangat menyambut baik kerja sama ekonomi yang komprehensif ini, karena menjadi momentum untuk sama-sama memacu pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua negara," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat keterangannya di Jakarta, Selasa (5/3/2019).

IA-CEPA diteken Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham, yang turut disaksikan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Menurut Airlangga, ekspor Indonesia akan meningkat ke Australia, karena komitmen Negara Kanguru itu untuk mengeliminasi bea masuk impor untuk seluruh pos tarifnya menjadi nol persen.

Beberapa produk Indonesia yang berpotensi untuk ditingkatkan ekspor antara lain otomotif (khususnya mobil listrik dan hibrid), kayu dan turunannya termasuk furnitur, tekstil dan produk tekstil, ban, alat komunikasi, obat-obatan, permesinan, serta peralatan elektronika.

IA-CEPA memberikan persyaratan QVC (kualifikasi konten lokal) yang lebih mudah untuk kendaraan listrik dan hibrid asal Indonesia, sehingga industri otomotif Indonesia dapat mengekspor kendaraan listrik dan hibrid ke Australia tanpa harus membangun seluruh teknologi dan fasilitas produksi dari nol.

Diharapkan kendaraan listrik dan hybrid menjadi andalan ekspor RI masa depan.

"Bagi Indonesia, ekspor produk manufaktur yang tengah kita pacu adalah tekstil, clothing dan footwear. Selama ini, komoditas ekspor unggulan Indonesia ke Negara Kanguru tersebut, antara lain furnitur, produk karet dan kimia olahan, makanan dan minuman, tekstil, serta elektronika," ungkap Airlangga.

Ia juga menyampaikan, pihaknya masih berkeinginan untuk dapat meningkatkan ekspor ke Australia berupa kendaraan dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) baik itu mesin menggunakan bahan bakar maupun elektrik.

"Karena industri otomotif di sana (Australia) tutup semua. Ini menjadi peluang bagi kita," ujarnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya