Neraca Perdagangan Defisit Parah, Disdag Meragukan Data BPS

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

25 Juni 2019 20:07 WIB
Bisnis | Rilis ID
Kepala Seksi Statistik Niaga dan Jasa BPS Lampung, Nasrullah Arsyad. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Bayumi Adinata
Rilis ID
Kepala Seksi Statistik Niaga dan Jasa BPS Lampung, Nasrullah Arsyad. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Bayumi Adinata

RILISID, Bandarlampung — Pihak Dinas Perdagangan (Disdag) Lampung tampaknya tak begitu saja percaya bahwa neraca perdagangan provinsi ini mengalami defisit parah.

Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung bahkan menyebut defisit pada Mei 2019 itu adalah yang terparah selama tiga tahun terakhir.

Nilai defisit tercatat USD227,49 juta atau jika dirupiahkan mencapai Rp3,18 triliun lebih. Ini dengan asumsi USD1 sama dengan Rp14 ribu.

Kepala Disdag Lampung, Satria Alam, yang dihubungi Rilislampung.id berjanji mempelajari lebih dulu masalah ini. 

"Apabila benar terjadi defisit, ke depan akan kita lakukan pembahasan," singkat dia, Senin (25/6/2019).

Kepala Seksi Statistik Niaga dan Jasa BPS Lampung, Nasrullah Arsyad, menjelaskan defisit terjadi akibat nilai impor yang lebih tinggi dibanding ekspor.

Dalam konferensi pers di Kantor BPS Lampung, Senin (24/6/2019), dia menerangkan nilai impor tercatat USD480,08 juta. Sedangkan ekspor hanya USD252,59 juta. 

Kondisi ini berbanding terbalik dengan neraca perdagangan nasional yang surplus di angka USD0,21 miliar. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya