Kini, Petani Bawang Merah di Cirebon Bisa Tersenyum

Default Avatar

Anonymous

23 Juni 2018 04:04 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, — awang merah (Allium cepa var ascalonicum (L) Back) merupakan sejenis tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan di dunia, berasal dari Iran, Pakistan, dan pegunungan-pegunungan di sebelah utaranya.

Bawang merah kemudian dibudidayakan di daerah dingin, sub-tropis maupun tropis.

Umbi bawang dapat dimakan mentah, untuk bumbu masak, acar, obat tradisional, kulit umbinya dapat dijadikan zat pewarna dan daunnya dapat pula digunakan untuk campuran sayur.

Bawang merah merupakan salah satu komoditas yang dapat mempengaruhi inflasi di Indonesia ini,  karena bawang merupakan komoditas yang sangat strategis dan sudah menjadi kebutuhan utama di masyarakat.

Kelompok Binaan BPTP Jawa Barat dalam kegiatan Kaji Terap yaitu Kelompok Tani Cukang Akar, yang berlokasi di Desa Silih Asih, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, memanen bawang merah varietas Bima Brebes di luas lahan 2 hektare, tanaman bawang merah yang menggunakan komponen teknologi Feromon-exi dan Yellow Trap/perangkap kuning pada lahan seluas 60 hektare, Jumat (22/6/2018).

Teknologi Feromon-exi dan Yellow Trap/perangkap kuning merupakan Teknologi ramah lingkungan yang diperkenalkan oleh BPTP Balitbangtan Jawa Barat kepada petani bawang merah di beberapa lokasi Kabupaten Cirebon sejak tahun 2011.

Pada prakteknya, penerapan teknologi tersebut dapat membantu mengurangi biaya modal petani dengan merubah kebiasaan petani bawang merah saat ini, yaitu menyemprot pestisida sebanyak 29 hingga 30 kali dalam satu musim tanam.

Sementara pada kaji terap yang telah dilakukan terbukti hanya 10 Kali aplikasi insektisida di tambah komponen Feromon-exi dan Yellow Trap dalam satu musim dapat menekan serangan ulat bawang merah, apabila di konversikan ke rupiah nilai efisiensinya setara dengan Rp30 juta rupiah per hektare.

Kepala BPTP Balitbangtan Jawa Barat, Liferdi mengatakan pihaknya telah melaksanakan panen budidaya kaji terap Bawang Merah ramah lingkungan.

"Efektifitas teknologi ini membuat petani bawang merah di Kabupaten Cirebon bisa tersenyum, itu kenapa karena di samping meningkatnya produksi juga efisiensi penggunaan pestisida dan pupuk," jelasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya