Faisal Basri: Presiden Pimpin Langsung Peralihan Mobil Konvensional ke Listrik

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

10 Juli 2018 23:17 WIB
Bisnis | Rilis ID
Presiden Jokowi (tengah) sela peresmian Tol Ngawi-Kertosono seksi Ngawi-Wilangan di depan Gerbang Tol Madiun, Desa Bagi, Kecamatan Sawahan, Madiun, Jawa Timur, Kamis (29/3/2018). FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo
Rilis ID
Presiden Jokowi (tengah) sela peresmian Tol Ngawi-Kertosono seksi Ngawi-Wilangan di depan Gerbang Tol Madiun, Desa Bagi, Kecamatan Sawahan, Madiun, Jawa Timur, Kamis (29/3/2018). FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo

RILISID, Jakarta — Pengamat ekonomi Faisal Basri berpendapat, Presiden Joko Widodo perlu memimpin langsung program peralihan kendaraan konvensional berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

"Konduktornya harus Presiden, tidak bisa hanya Menperin (Menteri Perindustrian)," kata Faisal Basri di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Menurut Faisal Basri, bila Presiden yang memimpin langsung, ujar dia, maka Kepala Negara juga bisa mengevaluasi dari sisi mana program ini perlu didorong agar pengembangannya bisa berjalan dengan lebih baik lagi.

Selain itu, ujar dia, untuk pengembangan mobil listrik juga seharusnya tidak ditugaskan hanya kepada BUMN, tetapi lebih baik bila pemberian insentif yang layak dan memadai sehingga seluruh pihak swasta juga dapat ikut serta dalam kompetisi ini.

"Pemerintah tidak boleh menentukan model bisnis karena yang paling tahu adalah swasta, dan jangan sampai didikte oleh pemerintah," katanya.

Untuk itu, ia juga menginginkan agar pemerintah berfokus untuk benar-benar mengembangkan kendaraan listrik yang sudah dilirik oleh banyak negara, sedangkan pihak industri juga harus cepat-cepat bertemu Presiden untuk membahas hal penting ini.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian juga telah menggandeng Toyota Indonesia dan enam perguruan tinggi negeri untuk melakukan riset dan studi bersama secara komprehensif tentang teknologi electrified vehicle (mobil listrik) di dalam negeri.

Langkah ini akan menjadi masukan bagi pemerintah dalam menerapkan kebijakan pengembangan kendaraan listrik, sehingga target 20 persen untuk produksi kendaraan emisi karbon rendah (low carbon emission vehicle/LCEV) tahun 2025 dapat tercapai.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya